Tips Menyikat Gigi Anak dengan Reflek Muntah yang Sensitif

Sebenarnya saya terpikir untuk membuat artikel ini karena kasus pasien saya tadi malam. Pasien saya itu laki-laki usia 4.5 tahun datang dengan keluhan gusinya yang bengkak, nafsu makan menurun, subfebris (badan anak agak hangat biasanya pada suhu sekitar 37.2-37.7°C), dan kelenjar gelah bening pada leher nya teraba. Pemeriksaan intraoral terdapat coated tongue (yaitu lidah dengan selaput putih dapat disebabkan oleh infeksi jamur dan/atau sisa makanan yang menempel dalam waktu yang lama sehingga dapat menyebabkan bau mulut), Tonsil nya T3-T3 bahkan saat lidahnya sedikit saja elevasi tonsil kanan dan kiri saling bersentuhan. Kondisi tonsil ini menunjukkan bahwa anak memiliki radang tonsil (tonsillitis).

tonsil2

(Letak tonsil pada tenggorokan)

pembesaran tonsil

(Grading pada tonsilitis)

Ibu nya bercerita sejak anaknya balita, ibu mengalami kesulitan untuk menyikat gigi anaknya. Hal ini disebabkan oleh reflek muntah yang sensitif. Jadi setiap kali ibu mencoba untuk menyikat gigi anaknya, anak tersebut pasti ingin muntah. Kebayang kan gimana kondisinya…rongga mulut baru disentuh sikat gigi saja anaknya sudah uwek uwek mau muntah…  Ibu khawatir apabila disikat nanti beneran muntah trus makanan yang udah masuk trus nanti keluar lagi dong???

Hal tersebut berlangsung selama bertahun-tahun hingga saat ini anak tersebut berusia 4.5 tahun. Kebayang kan gimana kondisi anak itu, gigi giginya dipakai makan dan minum selama bertahun tahun (1 tahun = 365 hari, dikali 4.5 tahun…wow berapa ribu hari sudah berlalu tanpa gigi anak dibersihkan dengan benar??). Kondisi kesehatan mulut yang buruk berujung dengan rampan karies (rampan karies yaitu karies gigi yang masif dan agresif pada sebagian besar gigi dalam rongga mulut)

pg08

(Rampan Karies)

Ibu dan anak tersebut kemudian saya beri dental health education (penyuluhan kesehatan gigi). Usia anak yang masih sangat muda tentu membutuhkan bantuan ibu untuk dapat membersihkan gigi dan mulutnya. Berikut ini beberapa tips untuk para ibu membantu menyikat gigi anak dengan reflek muntah yang sensitif  (hypersensitive gag reflex) :

  • Posisi

Sering banget kan denger posisi menentukan prestasi. Hal ini juga berlaku pada posisi ibu saat membantu anak menyikat gigi anaknya. Seringkali  ibu-ibu pasien yang saya temui  menyikat gigi anak dari posisi depan anak sehingga kepala anak tidak di support dengan baik. Saat ibu menyikat gigi bagian belakang, kepala anak semakin  bergerak kebelakang juga. Jadinya engga bersih sikatnya karena kepala anak cenderung menjauhi ibu. Bila ibu menyikat lebih dalam lagi yang ada anak malah jadi mual dam mungkin saja muntah. Posisi yang benar yaitu dengan lengan kiri ibu merangkul leher anak sehingga kepala anak dapat ditopang dengan lengan dan dada ibu. Kemudian tangan kanan ibu menyikat gigi anak.

  • Desensitisasi

Reflek muntah yang sensitif diharapkan dapat diatasi dan berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak. Desensitisasi dapat berupa membiasakan anak dengan rutinitas menyikat gigi. Ajari anak memegang sikat gigi nya sendiri sehingga dapat mengontrol tekanan sikat pada bagian rongga mulut.

  • Komunikasi dua arah

Pahami respon anak terhadap rutinitas menyikat gigi. Jika anak masih kelihatan bingung, ajari dan  ulangi lagi dengan sabar. Berikan motivasi pada anak agar anak lebih semangat menyikat gigi. Dengarkan kata-kata anak, jika anak mulai merasa bosan cobalah untuk membujuk anak dan melibatkan boneka dan mainan anak dalam rutinitas sikat gigi

Semoga tips tersebut dapat bermanfaat, jika anda memiliki pertanyaan mengenai kesehatan gigi anak jangan ragu untuk meninggalkan pertanyaan pada kolom comment  blog ini.

Referensi:

1. http://www.families.com/blog/helping-your-child-with-hypersensitive-gagging

2. http://chyntiayuliza.blogspot.com/2012/06/modul-tht-tonsilitis.html

3. http://www.dentalcare.com/en-US/dental-education/continuing-education/ce49/ce49.aspx?ModuleName=coursecontent&PartID=7&SectionID=-1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s