Anak Ikut Menemani Orang Tua Berobat Gigi? Ini Tips nya Agar Anak Tidak Trauma

Saat mengunjungi dokter gigi, seringkali satu keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, dan anak datang bersama-sama. Hal ini saya pahami sebagai suatu support moral dalam keluarga. Orang tua menemani anaknya. Bila orang tua yang ingin di rawat juga seringkali membawa anaknya dengan alasan tidak ada yang menjaga anak nya di rumah ataupun mungkin ingin mengenalkan anak nya dengan lingkungan praktik dokter gigi, ataupun alasan lainnya. Saya sangat memahami keadaan yang  berbeda-beda dari satu keluarga dengan keluarga lainnya.

Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman yang sering sekali saya temui. Kebetulan saya dan ibu saya memiliki profesi yang sama. Ibu saya dokter gigi umum (general dentist) yang cukup dikenal sebagai dokter gigi di Batam tidak kurang dari 30 tahun. Mayoritas pasien yang datang yaitu pasien dewasa yang ingin giginya di cabut dan tindakan bedah minor lainnya seperti odontectomy. Nah kebetulan saya seorang dokter gigi anak (pediatric dentist) yang punya segmen anak-anak. Rentang usia pasien saya bisa dari bayi usia 0 tahun sampai remaja usia 16-17 tahun. Walau kebanyakan pasien yang datang usia 4 sampai 10 tahun.

Prosedur dan perlakuan pada pasien anak dan dewasa sangatlah berbeda. Hal ini disebabkan oleh kematangan psikologis dan emosional yang berbeda. Memperlakukan pasien anak usia 4 tahun saja sudah jauh berbeda dengan memperlakukan pasien anak usia 8 tahun.

Saya sangat concern sekali dengan kenyamanan anak-anak saat mengunjungi dokter gigi. Saya memahami bahwa praktik dokter gigi merupakan tempat yang asing dilengkapi dengan berbagai alat yang mungkin menakutkan baik secara tampilan alat ataupun suara yang dihasilkan oleh alat bor gigi dan ultrasonic scaler (alat untuk membersihkan karang gigi) sehingga tidak heran banyak sekali anak –anak yang ketakutan saat ingin mengunjungi dokter gigi (belum lagi kalau sebelumnya anak tersebut punya teman di sekolah yang bercerita mengenai pengalaman buruknya, sehingga dapat membuat anak tersebut ketakutan)

Adapun saya ingin berbagi tips jika anda ingin membawa anak anda saat berobat gigi ke dokter gigi:

1). Pahami kematangan psikologis anak anda

Kematangan psikologis setiap anak berbeda-beda. Ada anak yang usia 5 tahun tapi tidak takut melihat ibu nya di cabut gigi nya, tetapi tidak semua anak 10 tahun berani untuk diperiksa gigi nya. Bayangkan apakah anak sudah mampu untuk ikut melihat ibu atau bapaknya untuk tindakan gigi (dental procedure)? Kata mampu disini saya artikan sebagai suatu bentuk kematangan si anak untuk memahami dan mencerna terhadap tindakan yang dilakukan dokter gigi kepada orang tua dan orang terdekat nya. Semua dokter gigi menginginkan yang terbaik untuk pasiennya akan tetapi kita semua menyadari bahwa hal yang terbaik itu seringkali tidak mudah. Banyak kasus-kasus tindakan gigi yang mungkin dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, contohnya tindakan pada gigi yang sedang sakit (bisa karena pulpitis), pencabutan gigi dengan penyulit, dan lainnya. Kehadiran anak di ruangan periksa dokter gigi dapat menimbulkan trauma bagi anak dan dapat menimbulkan suatu kekhawatiran bagi dirinya bila dokter gigi nanti memeriksa giginya.

2). Jadwalkan waktu kunjungan yang tepat ke dokter gigi

Ideal nya setiap pasien memiliki perjanjian dengan dokter gigi (dental appointment), hal ini tak lain adalah untuk menghindarkan  pasien menunggu lama untuk gilirannya. Anak yang ikut menunggu pun dapat menjadi bosan, lapar, dan mengantuk. Bila anda membawa anak pastikan waktu kunjungan ke dokter gigi tidak mengganggu jam tidur dan jam makan anak.

3). Usahakan ada yang menemani anak saat anda diperiksa

Bila memungkinkan ada yang menemani anak di ruang tunggu saat anda diperiksa sehingga anak tidak bosan dan ada pendamping yang dapat mendistraksi nya dari kekhawatiran mengenai lingkungan praktik dokter gigi.

Sekian dulu nih yang baru kepikiran oleh saya…nanti saya update lagi kalau ada lagi yaaaa…Mohon meninggalkan comment dan pertanyaan di bawah ini. Semoga bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s